NAMA : AURA YASINTA NOVASARI
KELAS : 9F
PRESENSI : 02
Bangkit untuk Terbang
Sejak usia dini, Diffa telah memiliki ketertarikan besar pada bidang olahraga dan secara khusus salah satu yang paling disukainya adalah bulu tangkis, dimana di setiap waktu senggangnya Diffa selalu bermain bulu tangkis.
Ketika Diffa duduk di bangku sekolah menengah pertama atau SMP, ia pernah mengikuti seleksi untuk masuk ke dalam tim bulu tangkis dikotanya dan ditolak. Alasannya di tolak dari tim bulu tangkis tersebut karena tinggi badannya yang tidak memenuhi kriteria yang ditentukan serta Diffa juga dinilai tidak mahir dan tidak memiliki bakat dalam bermain bulu tangkis.
Mendengar perkataan tersebut, Diffa kecewa pada dirinya sendiri. Hampir menyerah, tidak yakin dengan bakat yang dimilikinya. Sang Ibu memberi semangat kepada Diffa, "Kamu pasti bisa Nak, tidak ada usaha yang sia - sia, cobalah berlatih lagi, kamu pasti bisa!!!" hal tersebut membuat Diffa yakin, dan berusaha menjadi yang lebih baik lagi. Ia semakin giat untuk berlatih bulu tangkis setiap hari di rumahnya.
Tidak hanya melatih berbagai teknik bulu tangkis, untuk membuatnya semakin kuat Diffa juga melatih fisiknya dengan berolahraga dengan sangat keras serta disiplin. Setelah bekerja keras selama tiga tahun, Diffa kemudian kembali mengikuti seleksi lagi di tim bulu tangkis yang ada di kotanya yang kemudian diterima karena kerja kerasnya tersebut.
Pada perlombaan bulu tangkis pertamanya di Kejuaraan Bulu Tangkis Pelajar, Diffa mampu mengalahkan lawan hasil dari kerja kerasnya dengan berhasil mencetak skor di set pertama 21-15, set kedua 21-10, dan set ketiga 21-17.
Kemudian, Diffa mengikuti Kompetisi Olahraga Nasional, Ia berhasil mengalahkan lawannya, dan menyabet gelar juara di tingkat Nasional. Berlanjut Diffa mengikuti Kompetisi Olahraga Internasional. Ia mengalahkan lawannya dari India dan berhasil mendapatkan gelar juara pertama tingkat Internasional. Diffa sangat bangga, karena berhasil membawa nama baik sekolah dan negaranya di kancah Internasional.
Berkat kerja kerasnya tersebut, hingga saat ini Diffa selalu mendapatkan gelar juara di perlombaan bulu tangkis. Kemudian Ia mendirikan klub bulu tangkis yang sekarang sangat terkenal dengan pemain juaranya.
Kini, di usia 20 Tahun Diffa telah menjadi pemilik klub bulu tangkis, pemilik bisnis, serta menjadi pemain bulu tangkis yang diidolakan oleh para calon atlet - atlet bulu tangkis.
Teman – teman dari cerita tersebut, kita tahu bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Seharusnya, kegagalan yang kita terima dijadikan sebagai acuan untuk bekerja lebih keras lagi dan melampaui ekspektasi orang yang ada di sekitar kita mengenai diri kita.